Akibat Syahwat/Nafsu dan Niat Yang Tersembunyi...❗

*��Syahwat/Nafsu dan Niat Yang Tersembunyi...❗��*

��Diantara (Kisah) keajaiban-keajaiban yang telah meriwayatkannya Ahli Sejarah tentang seorang (dari generasi salafus sholeh dan seorang ulama diabad ke 3 hijriyah yang bernama *Ahmad bin miskiin*) dikota bashroh Irak, beliau _rahimahulloh_ berkata tentang kisahnya;

"Saya dahulu diuji dengan kefakiran pada tahun 219 H, tidak ada disisi kami ketika itu sedikitpun, sementara saya memiliki seorang istri dan anak bayi, dan sungguh kami telah dililit dengan rasa yang sangat lapar hingga aku bulatkan niatku untuk menjual rumah ini dan berpindah darinya.
Lalu aku keluar berusaha untuk terjual rumah ini, ketika itu bertemulah aku dengan Abu Nashr, maka aku beritahukan kepadanya dengan niatku tersebut, kemudian ia memberikanku 2 keping roti yang lembut didalamnya berisi manisan,
lalu ia berkata;
"berikanlah makanan ini kepada keluargamu!".

Lalu saya pergi menuju rumahku, ketika ditengah jalan aku bertemu seorang wanita dengan anak bayinya, lantas wanita tersebut melihat kepada 2 keping roti ini,
lalu ia berkata;
"Wahai tuan, ini seorang bayi yang yatim dalam keadaan lapar dan ia tidak bisa bersabar dengan rasa laparnya maka berikanlah ia sesuatu, semoga engkau dirahmati oleh Alloh!".

Lalu anak bayinya melihat kepadaku dengan penglihatan yang saya tidak bisa melupakannya, dan ketika itu dibayangkan olehku bahwasannya sorga turun ke bumi dan ia menampakkan wujudnya bagi siapa yang memberikan anak bayi dan ibunya ini,
Lalu aku berikan apa yang ada di tanganku ini kepada wanita tersebut dan aku berkata kepadanya;
"Ambilah ini dan beri makan anak bayimu!
Demi Alloh tidak ada disisiku yang aku miliki dari pada baidho`(Dinar) dan shofro`(dirham), dan sesungguhnya dirumahku ada yang lebih berhajat kepada makanan ini, lalu berlinanglah air mata wanita tersebut dan cerialah wajah anak bayinya".

Lalu aku pergi berjalan dalam keadaan sedih, dan kemudian aku duduk menyandar disuatu dinding sambil berfikir bagaimana terjual rumahku, seketika itu lewatlah Abu Nashr seolah-olah ia terbang dengan gembiranya dan berkata kepadaku;
"Wahai abu Muhammad! Ada apa denganmu duduk disini sementara dirumahmu ada kebaikkan dan kecukupan?!.

Aku berkata;
Subhaanalloh! bagaimana bisa wahai abu Nashr?!.

Abu Nashr berkata;
Telah datang dari negri khuraasaan seorang lelaki yang bertanya kepada manusia tentang ayahmu atau seorang dari keluarganya dan bersamanya ada sesuatu yang berat dipikul dari bentuk kebaikkan dan harta!

Aku berkata;
Bagaimana tentang kabarnya?!

Abu Nashr berkata;
Ia adalah seorang pedagang dari bashroh, dan ayahmu dahulu menitipkan harta kepadanya semenjak 30 tahun lamanya! ia bangkrut dan merugi, lalu ia meninggalkan bashroh menuju khuraasaan, kemudian menjadi baik keadaan perdagangannya disana dan menjadi lapang setelah ujiannya tersebut, dan melimpahlah kekayaan dan hartanya, lalu ia kembali kebashroh dan ia ingin membebaskan hutangnya (terhadap ayahmu).
Maka ia datang kepadamu dengan hartanya dan keuntungannya sejak 30 tahun itu.

Lalu aku berkata;
Aku bersyukur dan memuji Alloh lalu aku mencari wanita bersama bayinya yang fakir yang pernah aku jumpai itu, lalu aku cukupkan mereka berdua dan aku berikan mereka rezki lalu ia berdagangkan hartanya dan ia jadikan keuntungannya dijalan yang ma'ruf dan usaha dan amal baik dan harta itu dalam keadaan bertambah dan tidak berkurang.

Seakan-akan aku merasa kagum dengan diriku sendiri, dan membuat bangga diriku dengan catatan amalan-amalan kebajikanku yang banyak disisi malaikat, sehingga aku berharap menjadi orang yang telah dituliskan disisi Alloh dari kalangan orang-orang yang sholeh!.

Maka suatu malam hari aku tidur dan bermimpi  pada hari kiamat dan makhluk ketika itu dalam keadaan bercampur aduk satu sama lain, dan saya lihat manusia ketika itu dibesarkan jasadnya sambil memikul dosa-dosanya diatas punggung mereka dalam keadaan dibentuk dan berwujud hingga seorang fasiq seakan-akan diatas punggungnya ada sebuah negri seluruhnya lagi dihinakan,

Kemudian diletakkanlah mawaazin/timbangan-timbangan, dan didatangkan untukku untuk ditimbang amalan-amalanku, maka mulailah ketika itu kejelekkan-kejelekkanku didalam suatu anak timbangan begitu juga amalan-amalan kebajikkanku didalam suatu anak timbangan lalu ditimbanglah kedua jenis amalanku ternyata kejelekkan-kejelekkan dosaku lebih berat darinya, lalu mulailah manusia datang menemui kebajikan demi kebajikkan dari apa yang telah aku lakukan untuk mereka!.
*Ternyata setiap kebajikkan-kebajikan tersebut ada syahwat keinginan/niatku yang tersembunyi* dari syahwat-syahwat nafsu seperti riya`, ghurur terpedaya dengan diri sendiri, dan cinta dipuji disisi manusia, maka tidak ada yang selamat dariku sedikitpun dari yang demikian itu, dan aku celaka dari hujjah yang ada,

Lalu aku mendengar suara berkata ;
Tidakkah ada sesuatu baginya?!

Lalu dikatakan;
Tersisa hanya ini saja baginya; sementara itu aku lihat apa yang tersisa ini dariku,
Ternyata 2 keping roti yang aku berbuat baik dengannya kepada wanita dan anak bayinya itu, lalu aku yakin sungguh aku akan binasa sudah, dimana aku dahulu telah berbuat baik dengan 100 dinar sekaligus tetapi itu tidaklah mencukupiku darinya lalu aku menjadi sangat hina dengannya.

Lalu diletakkanlah amalan 2 keping roti ini didalam suatu timbangan amalan-amalan kebajikkanku ternyata ia memberatkannya sedikit dari amalan kejelekkan-kejelekkanku, lalu ditimbanglah kembali air mata wanita miskin yang berlinang tersebut yang ia menangis disebabkan perbuatan baik yang dilakukan untuknya dan juga dikarenakan aku telah mengutamakannya beserta anaknya dari pada diriku dan keluargaku, sehingga dengan ini menjadi beratlah amalan-amalan kebajikkanku terus hingga melebihinya dari pada amalan-amalan kejelekkan-kejelekkanku.

hingga aku mendengar
suara berkata;
"Sungguh ia telah selamat dan beruntung!".

"Maka janganlah kalian meremehkan dari amal kebajikan sekecil apapun walaupun engkau memberikan wajah yang ceria kepada saudaramu, maka bertaqwalah kalian dari api neraka Alloh walaupun dengan sepotong korma".

��disebutkan oleh Al Adiib Alkabiir Musthafa Shoodiq Arroofi'iy _rahimahulloh_ dikitabnya Wahyul Qolam.

��Alfakiir ilaLLOH Abu Hammaam Zaid bin Zainul Akhyar
غفر الله له ولوالديه وللمسلمين والمسلمات
����Multaqa Ahlul Hadits Indonesia - Tas Riau.
12 Dzul hijjah 1438 H, 3 September 2017

" الشهوة الخفية "
ﻣﻦ ﻋﺠﺎﺋﺐ ﻣﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻴﺮ ﻋﻦ (ﺃﺣﻤﺪَ ﺑﻦِ ﻣﺴﻜﻴﻦ) ؛ ﺃﺣﺪِ ﻋﻠﻤﺎﺀِ (ﺍﻟﻘﺮﻥ ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﺍﻟﻬﺠﺮﻱ) ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺼﺮﺓ ، ﻗﺎﻝ - رحمه الله - :

« ﺍﻣﺘُﺤِﻨﺖ ﺑﺎﻟﻔﻘﺮ (ﺳﻨﺔ 219) ، ﻓﻠﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﺷﻲﺀ ، ﻭﻟﻲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻭﻃﻔﻠﻬﺎ ، ﻭﻗﺪ ﻃﻮﻳﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺟﻮﻉ ﻳﺨﺴِﻒ ﺑﺎﻟﺠَﻮﻑِ ﺧﺴﻔﺎ، ﻓَﺠَﻤﻌْﺖُ ﻧﻴّﺘﻲ ﻋﻠﻰ (ﺑﻴﻊ ﺍﻟﺪﺍﺭ) ﻭﺍﻟﺘﺤﻮّﻝ ﻋﻨﻬﺎ ، ﻓﺨﺮﺟﺖ ﺃﺗﺴﺒﺐ ﻟﺒﻴﻌﻬﺎ ﻓﻠﻘﻴﻨﻲ (ﺃﺑﻮ ﻧﺼﺮ) ؛ ﻓﺄﺧﺒﺮﺗﻪ ﺑﻨﻴﺘﻲ ﻟﺒﻴﻊ ﺍﻟﺪﺍﺭ ؛ ﻓﺪﻓﻊ ﺇﻟﻲ (ﺭُﻗﺎﻗﺘﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺒﺰ) ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﺣﻠﻮﻯ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻃﻌﻤﻬﺎ ﺃﻫﻠﻚ .

ﻭﻣﻀﻴﺖ ﺇﻟﻰ ﺩﺍﺭﻱ ؛ ﻓﻠﻤﺎ ﻛﻨﺖُ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻟﻘﻴﺘﻨﻲ (ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻌﻬﺎ ﺻﺒﻲ) ، ﻓﻨﻈَﺮَﺕْ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮُّﻗﺎﻗﺘﻴﻦ ﻭﻗﺎﻟﺖ : « ﻳﺎ ﺳﻴﺪﻱ ، ﻫﺬﺍ ﻃﻔﻞ ﻳﺘﻴﻢ ﺟﺎﺋﻊ ، ﻭﻻ‌ ﺻﺒﺮ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻮﻉ ، ﻓﺄﻃﻌﻤﻪ ﺷﻴﺌًﺎ ﻳﺮﺣﻤﻚ ﺍﻟﻠﻪ » ، ﻭﻧﻈﺮ ﺇﻟﻲّ ﺍﻟﻄﻔﻞُ ﻧﻈﺮﺓ ﻻ‌ ﺃﻧﺴﺎﻫﺎ ، ﻭﺧُﻴِّﻞ ﺇﻟﻲّ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﺃﻥ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻧﺰﻟﺖ ﺇﻟﻰ ﺍﻷ‌ﺭﺽِ ﺗﻌﺮﺽ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻣَﻦ ﻳُﺸﺒِﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﻭﺃﻣﻪ ؛ ﻓﺪﻓﻌﺖ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻳﺪﻱ ﻟﻠﻤﺮﺃﺓ ، ﻭﻗﻠﺖ ﻟﻬﺎ : ﺧﺬﻱ ﻭﺃﻃﻌﻤﻲ ﺍﺑﻨﻚ ! ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﻣﻠﻚ ﺑﻴﻀﺎﺀ ﻭﻻ‌ ﺻﻔﺮﺍﺀ ، ﻭﺇﻥ ﻓﻲ ﺩﺍﺭﻱ ﻟﻤَﻦ ﻫﻮ ﺃﺣﻮﺝ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﻓﺪﻣﻌﺖ ﻋﻴﻨﺎﻫﺎ ، ﻭﺃﺷﺮﻕ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﺼﺒﻲ .

ﻭﻣﺸﻴﺖ ﻭﺃﻧﺎ ﻣﻬﻤﻮﻡ ، ﻭﺟﻠﺴﺖ ﺇﻟﻰ ﺣﺎﺋﻂ ﺃﻓﻜﺮ ﻓﻲ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﺪﺍﺭ ، ﻭﺇﺫ ﺃﻧﺎ ﻛﺬﻟﻚ ؛ ﺇﺫ ﻣﺮّ (ﺃﺑﻮ ﻧﺼﺮ) ، ﻭﻛﺄﻧﻪ ﻳﻄﻴﺮ ﻓﺮﺣًﺎ ، ﻓﻘﺎﻝ : ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻣﺤﻤﺪ ، ﻣﺎ ﻳُﺠﻠﺴﻚ ﻫﺎ ﻫﻨﺎ ، ﻭﻓﻲ ﺩﺍﺭﻙ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﻐﻨﻰ ؟!
ﻗﻠﺖ : ﺳﺒﺤﺎﻥ الله !
ﻭﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻧﺼﺮ ؟!
ﻗﺎﻝ : ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ مِن ﺧﺮﺍﺳﺎﻥ ﻳﺴﺄﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻚ ﺃﻭ ﺃﺣﺪٍ ﻣِﻦ ﺃﻫﻠﻪ ، ﻭﻣﻌﻪ ﺃﺛﻘﺎﻝٌ ﻭﺃﺣﻤﺎﻝٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻷ‌ﻣﻮﺍﻝ!
ﻓﻘﻠﺖ : ﻣﺎ ﺧﺒﺮﻩ ؟!
ﻗﺎﻝ : ﺇﻧﻪ ﺗﺎﺟﺮ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺒﺼﺮﺓ ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮﻙ ﺃﻭﺩَﻋﻪ ﻣﺎﻻ‌ً ﻣِﻦ (ﺛﻼ‌ﺛﻴﻦ ﺳﻨﺔ)! ﻓﺄﻓﻠﺲ ﻭﺍﻧﻜﺴﺮ ﺍﻟﻤﺎﻝ ، ﺛﻢ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺒﺼﺮﺓ ﺇﻟﻰ ﺧﺮﺍﺳﺎﻥ ، ﻓﺼﻠﺢ ﺃﻣﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﻫﻨﺎﻙ ، ﻭﺃﻳﺴَﺮ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﺤﻨﺔ ، ﻭﺃﻗﺒﻞ ﺑﺎﻟﺜﺮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻐِﻨﻰ ، ﻓﻌﺎﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﺼﺮﺓ ﻭﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﺘﺤﻠّﻞ ، ﻓﺠﺎﺀﻙ ﺑﺎﻟﻤﺎﻝ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﺮﺑﺤﻪ ﻓﻲ (ﺛﻼ‌ﺛﻴﻦ ﺳﻨﺔ) .

ﻳﻘﻮﻝ (ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺴﻜﻴﻦ) : ﺣﻤﺪﺕُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺷﻜﺮﺗﻪ ، ﻭﺑﺤﺜﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺟﺔ ﻭﺍﺑﻨﻬﺎ ، ﻓﻜﻔﻴﺘﻬﻤﺎ ﻭﺃﺟﺮَﻳﺖُ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺭِﺯﻗﺎ ، ﺛﻢ ﺍﺗّﺠﺮﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ، ﻭﺟﻌﻠﺖ ﺃﺭﺑﻪ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﺼﻨﻴﻌﺔ ﻭﺍﻹ‌ﺣﺴﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﻣﻘﺒﻞ ﻳﺰﺩﺍﺩ ﻭﻻ‌ ﻳﻨﻘﺺ .

ﻭﻛﺄﻧﻲ ﻗﺪ ﺃعجبتني ﻧﻔﺴﻲ ، ﻭﺳﺮّﻧﻲ ﺃﻧﻲ ﻗﺪ مُلأَﺕْ ﺳِﺠِﻼ‌ﺕُ ﺍﻟﻤﻼ‌ﺋﻜﺔِ ﺑﺤﺴﻨﺎﺗﻲ ، ﻭﺭﺟﻮﺕ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﻗﺪ ﻛُﺘِﺒﺖُ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ !

ﻓﻨﻤﺖُ ﻟﻴﻠﺔً ؛ ﻓﺮﺃﻳﺘُﻨﻲ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ، ﻭﺍﻟﺨﻠﻖ ﻳﻤﻮﺝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ، ﻭﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻗﺪ ﻭُﺳِّﻌَﺖْ ﺃﺑﺪﺍﻧُﻬﻢ ، ﻓﻬﻢ ﻳﺤﻤﻠﻮﻥ ﺃﻭﺯﺍﺭﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﻇﻬﻮﺭﻫﻢ ﻣﺨﻠﻮﻗﺔ ﻣﺠﺴّﻤﺔ ، ﺣﺘﻰ ﻟﻜﺄﻥ ﺍﻟﻔﺎﺳﻖ ﻋﻠﻰ ﻇﻬﺮﻩ ﻣﺪﻳﻨﺔ ﻛﻠﻬﺎ ﻣﺨﺰﻳﺎﺕ ، ﺛﻢ ﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﻤﻮﺍﺯﻳﻦ ، ﻭﺟﻲﺀ ﺑﻲ ﻟﻮﺯﻥ ﺃﻋﻤﺎﻟﻲ ، ﻓﺠُﻌِﻠﺖ ﺳﻴﺌﺎﺗﻲ ﻓﻲ ﻛِﻔﺔ ، ﻭﺃﻟﻘَِﻴﺖ ﺳِﺠﻼ‌ﺕُ ﺣﺴﻨﺎﺗﻲ ﻓﻲ ﺍﻷ‌ﺧﺮﻯ ، ﻓﻄﺎﺷﺖ ﺍﻟﺴﺠﻼ‌ﺕ ، ﻭﺭﺟﺤﺖ ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ ، ﺛﻢ ﺟﻌﻠﻮﺍ ﻳﻠﻘﻮﻥ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﻣﻤﺎ ﻛﻨﺖ ﺃﺻﻨﻌﻪ !

ﻓﺈﺫﺍ ﺗﺤﺖ ﻛﻞ ﺣﺴﻨﺔٍ (ﺷﻬﻮﺓٌ ﺧﻔﻴﺔٌ) ﻣِﻦ ﺷﻬﻮﺍﺕ ﺍﻟﻨﻔﺲ ، ﻛﺎﻟﺮﻳﺎﺀ ،ِ ﻭﺍﻟﻐﺮﻭﺭِ ، ﻭﺣﺐِ ﺍﻟﻤَﺤْﻤﺪﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻓﻠﻢ ﻳﺴﻠﻢُ ﻟﻲ ﺷﻲﺀ، ﻭﻫﻠﻜﺖُ ﻋﻦ ﺣﺠﺘﻲ ، ﻭﺳﻤﻌﺖُ ﺻﻮﺗًﺎ : ﺃﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﻟﻪ ﺷﻲﺀ ؟

ﻓﻘﻴﻞ : « بقي ﻫﺬﺍ ، ﻭانا ﺃﻧﻈﺮ ﻷ‌ﺭﻯ ﻣﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻘﻲ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻟﺮﻗﺎﻗﺘﺎﻥ ﺍﻟﻠﺘﺎﻥ ﺃﺣﺴﻨﺖ ﺑﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭﺍﺑﻨﻬﺎ ، ﻓﺄﻳﻘﻨﺖ ﺃﻧﻲ ﻫﺎﻟﻚ ، ﻓﻠﻘﺪ ﻛﻨﺖ ﺃُﺣﺴِﻦُ بمئةِ ﺩﻳﻨﺎﺭٍ ﺿﺮﺑﺔً ﻭﺍﺣﺪﺓ ، ﻓﻤﺎ ﺃﻏﻨَﺖْ ﻋﻨﻲ ، ﻓﺎﻧﺨﺬﻟﺖ ﺍﻧﺨﺬﺍﻻ‌ً ﺷﺪﻳﺪًﺍ ، ﻓﻮُﺿِﻌَﺖ ﺍﻟﺮﻗﺎﻗﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺑﻜﻔﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎﺕ ﺗﻨﺰﻝ ﻗﻠﻴﻼ‌ً ﻭﺭﺟﺤﺖ ﺑﻌﺾَ ﺍﻟﺮﺟﺤﺎﻥ ، ثم ﻭُﺿﻌﺖ ﺩﻣﻮﻉ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺴﻜﻴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻜﺖ ﻣﻦ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻬﺎ ، ﻭﻣﻦ ﺇﻳﺜﺎﺭﻱ ﺇﻳﺎﻫﺎ ﻭﺍﺑﻨﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻲ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺑﺎﻟﻜﻔﺔ ﺗﺮﺟُﺢ ، ﻭﻻ‌ ﺗﺰﺍﻝ ﺗﺮﺟُﺢ ﺣﺘﻰ ﺳﻤﻌﺖ ﺻﻮﺗًﺎ ﻳﻘﻮﻝ : " ﻗﺪ ﻧﺠﺎ ".

« فلا تحقرنّ من المعروف شيئا ، ولو أن تلقى أخاك بوجه طلق ، وﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﻖ ﺗﻤﺮﺓ » .

ذكرها الأديب الكبير : مصطفى صادق الرافعي - رحمه الله - في كتابه ( وحي القلم ).

Postingan populer dari blog ini

Jadwal Kapal Roro dari Tanjung Balai Karimun Tujuan ke Beberapa Daerah

Jadwal Kapal Roro dan harga tiket dari Dabo Singkep Tujuan ke Batam