STRATEGI PLN UNTUK MENUJU GOOD CORPORATE & GOVERNANCE

Oleh:
AZRANI ERY SAPUTRA
Diikutsertakan dalam 
Kontes BlogDetik yang bekerja sama dengan PLN - Oktober 2012

PENDAHULUAN
Enam Puluh Tujuh tahun sudah Perusahaan Listrik Negara (PLN) kita beranjak usia, jika ditimbang dari sisi kehidupan seorang manusia, usia itu sudah terkategori telah lanjut usia, maka diusia 67 tahun, idealnya PLN sudah sangat mumpuni dan berpengalaman dibidang perlistrikan. PLN harus belajar dari itu semua pengalaman kebelakang, banyak faktor yang nantinya akan mempengaruhi kedewasaan PLN dalam menjalankan perannya dimasyarakat seperti halnya, transparansi akan aktifitas operasionalnya, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, perhatian akan hak masyarakat sebagai konsumen serta keselamatan pelanggan sebagai konsekwensi timbal balik dari dampak operasional PLN dimasyarakat, merupakan faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian serius dari PLN untuk menuju good corporate governance di institusi PLN negari ini.

Tulisan ini sebenarnya tidak bermaksud ingin mengkritisi kinerja PLN yang selama ini tidak bisa dipungkiri sudah cukup memberi andil besar dalam membawa arus perubahan bagi “sebagian masyarakat” yang sudah menikmati listrik. Ada tanda kutip yang perlu di perhatikan dalam hal ini adalah sebagian masyarakat tersebut adalah mereka yang umumnya berada diwilayah perkotaan atau dekat dengan kota, karena berdasarkan data Masyarakat Adat Nusantara (Aman), 30 persen dari sekitar 250 juta penduduk di Indonesia, belum dapat menikmati aliran listrik. Jumlahnya sekitar 70juta jiwa, dan paling parah adalah nasib 1.920 komunitas masyarakat adat yang hidup tanpa pernah mengenal listrik. Bagaimana dengan
daerah perbatasan kita?, ternyata masih ada Dusun Senipahan Desa Santaban Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sebagai daerah yang masih terisolir belum juga dialiri listrik, kondisi itu sangat kentara dengan desa Santaban, desa seberang yang hanya berjarak 24 kilometer dari Malaysia sudah terang benderang karena mendapatkan pasokan listrik dari Malaysia selama 24 jam penuh. Kondisi yang ironis nampaknya tapi tak terlambat bagi PLN untuk memulai dan merubah semua dilema itu, hingga semua berubah kearah yang lebih baik.
Melihat kondisi tersebut, ada berapa langkah yang dirasa perlu dilakukan oleh PLN untuk menuju good corporate governance, dimana langkah ini juga sebagai aplikasi dari PP No.10/1989 pasal 25 ayat 3, yang nampak jelas terkait dengan korporasi ketanagalistrikan PLN dalam hal ini:
1.     Transparansi Informasi Yang Baik.
Keterbukaan/transparansi informasi dari PLN memang sudah dimulai, hal ini dilakukan PLN dengan cara memberikan informasi mereka lewat media Koran dan juga informasi-informasi lain melalui website PLN, baik itu dari aktivitas operasi, ketentuan perusahaan, prosedural dan mekanisme menghubungi PLN apa bila terjadi permasalahan yang krusial terkait dengan listrik  pelanggan. Namun yang menjadi catatan dalam hal ini adalah keterbukaan informasi tersebut hanya bisa diperoleh, diakses, dilihat dan akhirnya akan difahami oleh masyarakat yang mampu untuk membaca koran dan pintar membuka internet, namun bukan bagi mereka yang tak mengenal apa itu kedua media informasi tersebut, maka keterbukaan informasi itu hanya “fiksi” adanya.
2.      Pelayanan dan Kenyamanan Pelanggan.
Satu lagi untuk hal ini yang memang sangat kurang dirasakan oleh pelanggan dari fihak PLN terutama untuk hak mereka para pelanggan yang nota benenya masyaratakat awam pendidikan dan tinggal agak jauh dari pusat kota adalah kenyamanan pelanggan dalam hal pengetahuan terhadap listrik dan keselamatan serta kesehatan pelanggan. Belum lagi kondisi biaya listrik yang terkadang tidak stabil dibeberapa tempat,yakni terjadi turun naik pembiayaan yang harus dikelaurkan oleh pelanggan setiap bulannya sehingga hal tersebut berdampak dan berpengaruh pada tingkat ketersediaan uang bulanan yang harus di keluarkan oleh pelanggan untuk membayar listrik. Kondisin ini belum lagi dilihat dari bentuk-bentuk pengaduan pelanggan atas layanan untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang terkadang belum sesuai dengan Standar operasional Prosedur (SoP) PLN. Selain itu kondisi kesehatan pelanggan yang belum nampak adanya keadaan yang safety dalam bentuk pelayanan keselamatan yang baik bagi pelanggan yang mungkin terjadi akibat peralatan PLN yang sudah tidak layak pakai. Sehingga hal ini juga perlu dilakukan penertiban kembali terutama didaerah yang jauh dari pengawasan PLN pusat, untuk itu perlu adanya pemantauan dan pemeriksaan rutin baik terutama pedesaan yang jauh dari jangkauan.

3.     Dampak Operasional PLN bagi Lingkungan Hidup dan Masyarakat.
Tak dapat dipungkiri bahwa PLN sebagai salah satu BUMN terbesar di negeri ini, pasti akan langsung bersentuhan dengan masyarakat khususnya dalam melakukan kegiatan operasional seperti PLTD misalnya. Kondisi lingkungan masyarakat khususnya perairan dalam hal ini perlu menjadi perhatian khusus dari PLN, salah satu implikasi untuk mencegah terjadinya pencemaran limbah minyak sehingga mengganggu kesehatan masyarakat yang nota benenya juga merupakan pelanggan PLN itu sendiri, maka hal ini juga perlu menjadi perhatian khusus dari PLN sebagai bentuk korelasi dari pelayanan dan kenyamanan pelanggan.

4.     Mutu, Keandalan dan Kontinuitas Listrik PLN
Disebagian daerah, kondisi listri yang kadang hidup dan terkadang mati, memang menjadi hal yang lumrah adanya, apalagi hanya gara-gara kabel yang terseruduk dengan eskavator konsekwensi pemadaman listrik harus ditanggung oleh pelanggan. Belum lagi fenomena listrik hidup mati itu karena kekurangan daya, hal tersebut merupakan contoh permasalahan yang harus dicarikan solusi, apalagi jika ditambah dengan lambannya gerak dan penanganan kondisi tersebut dari pihak PLN, untuk itu perlu diperhatikan agar jangan sampai keadaan itu terus berkelanjutan sehingga mutu, kehandalan dan kontiunitas listrik PLN akan terus jadi pertanyaan.
PENUTUP
            Mengakhiri tulisan ini, saya pribadi akan memberikan solusi dan pesan pribadi dan ini juga sekaligus harapan untuk PLN tercinta sebagai langkah menuju good corporate governace yakni perlu dilakukannya :
a.    Layanan Pusat SMS Pelanggan.
Pelayanan untuk keluhan termudah bagi mereka yang belum dan tidak mengenal media informasi seperti internet dan Koran terutama bagi mereka yang berada di pelosok desa,maka fihak PLN dapat menyediakan layanan pelanggan dalam bentuk sms centre pengaduan pelanggan langsung dari pusat PLN Jakarta, hal ini dilakukan untuk memonitor mutu pelayanan dan kenyamanan pelanggan PLN diseluruh Indonesia secara langsung, dalam hal ini dan juga sebagai sebagai salah satu bentuk upaya PLN menuju mutu dan keandalan PLN dalam memberi dan menyediakan kontinuitas layanan listrik yang prima.

b.    Pelayan korporasi dengan empati
Kondisi ini terkait dengan pelayanan langsung terhadap pelanggan saat membayar listrik. Ada pesan moral yang perlu diperhatikan khususnya oleh pengusaha bahwa pelayanan yang baik diberikan oleh penjual akan memberikan implikasi positif bagi nama baik perusahaan. Namun yang terjadi pada umumya dinegeri ini adalah pelayanan yang diberikan terutama dari costumer service (CS) perusahaan yang notabenenya milik pemerintah terkesan jauh dari sikap empati, artinya personal CS tersebut harus mampu merasakan benar apa yang diinginkan oleh pelanggan dalam memberi pelayan, baik saat komplain pelanggan atau pelayan langsung yang terkadang membuat “gerah” dan kurang nyamannya para pelanggan akibat ketus dan kurang bersahabatnya fihak costumer service yang melayani. Kondisi tersebut juga berpengaruh besar pada langkah menuju good corporate governace, sehingga ini perlu menjadi pekerjaan rumah terutama bagi para manager PLN untuk membina bawahannya yang tidak melakukan pekerjaan dengan empati pada pelanggan.

C. PLN,Lingkungan dan Masyarakat
PLN sebagai salah satu BUMN pemerintah yang melakukan kegiatan operasional lapangan, sudah dipastikan menyentuh langsung pada lingkungan dan kemasyarakatan, hal ini berarti akan memberikan dampak khusus dalam kegiatan operasional seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang masih dipakai disebagian daerah di Indonesia, kondisi dimana diesel dengan bahan bakan solarnya, tentunya akan memiliki buangan yang perlu diperhatikan, kecil maupun besar terhadap lingkungan dan masyarakat disekitas tempat beroperasinya PLTD tersebut. Yang ingin saya sampaikan bahwa kondisi ini terkait dengan pelayan kesehatan dan keselamatan masyarakat yang juga pada umumnya adalah pelanggan PLN itu sendiri. Sehingga perhatian PLN juga perlu diberikan khusus pada masyarakat terutama yang tinggal disekitar daerah dibangunnya pabrik operasional PLN. Perhatian itu bisa dilakukan seperti pembinaan anak-anak sekolah, pemberian beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu, memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar dan yang tak lupa pula adalah pemeriksaan AMDAL yang perlu dilakukan oleh fihak PLN secara kontinyu terhadap lingkungan tempat beroperasinya perusahaan PLN tersebut.

c.     Transparansi PLN
Transparansi atau keterbukaan PLN dalam memberikan informasi dan pelayan juga harus selalu dibenahi, hal tersebut juga sebagai salah satu bentuk aplikasi dari undang-undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Keterbukaan yang dimaksud adalah keterbukaan dalam memberi pelayanan, kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan pelanggan, transfparansi informasi tentang kondisi keuangan PLN dan pengalokasian dananya khususnya aliran dana untuk kemasyarakatan, juga inisiatif PLN yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup perusahaan perlu untuk lebih diapresiasikan kepada masyarakat. Ini perlu dilakukan untuk melihat dan menilai lebih objektif sejauh mana PLN dapat memberi dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Demikianlah saran dan harapan saya untuk PLN tercinta semoga diusia mu yang semakin lanjut dan dewasa, engkau mampu menjadi lebih bersih dan berwibawa serta dapat menjadi harapan besar untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Biiznillah.

Postingan populer dari blog ini

Jadwal Kapal Roro dari Tanjung Balai Karimun Tujuan ke Beberapa Daerah

Jadwal Kapal Roro dan harga tiket dari Dabo Singkep Tujuan ke Batam